Konvensi Nasional
Konvensi Nasional Muda Mudi IV - 28 - 31 Oktober 2010
Konvensi Nasional Muda Mudi IV - 28 - 31 Oktober 2010

Akan diadakan Konvensi Nasional Muda Mudi IV di Surabaya, 28 - 31 Oktober 2010 berlokasi di Bukit Doa Immanuel - Prigen - Jawa Timur. Konvensi nasional kali ini bertema "Be a Blessing Servant Leader". Mari kita hadiri dan dukung dengan doa untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang melayani sesama.

Silahkan kirimkan artikel-artikel rohani ataupun kesaksian Anda kepada kami.

Kirimkan pokok-pokok doa Anda dan bersama kami akan medoakan pokok-pokok doa Anda dalam Persekutuan doa syafaat setiap minggu ke-III.
 
Selasa, 9 Maret 2010 17:50 WIB
Bagaimana Allah Menjawab Doa Kita !!!
Vinsensia T - pd-emmanuel.com
 BAGAIMANA ALLAH MENJAWAB DOA-DOA KITA

Apakah doa Anda pernah dijawab? Demikian pertanyaan yang saya ajukan
dalam suatu artikel di surat kabar. Saya sendiri tak berharap
memperoleh banyak jawaban. Namun ternyata saya memerlukan waktu
hampir 1 minggu untuk membaca semua jawaban itu. Saat membaca
surat-surat yang saya terima itu, saya terkesan akan kenyataan bahwa
Tuhan tak mengenal pilih kasih terhadap manusia.

Beberapa jawaban datang dari pengusaha-pengusaha ternama yang
ditulis di atas surat berkop mewah. Sebagian lagi ditulis di atas
kertas surat yang amat sederhana dan ditulis dengan pensil. Beberapa
dari surat itu kelihatannya ditulis oleh orang-orang terpelajar,
sedangkan yang lain datang dari orang-orang yang dengan susah payah
mengutarakan isi hatinya.

Beberapa surat mengungkapkan bahwa penulisnya adalah orang yang
hidupnya dekat dengan Tuhan, sedangkan penulis yang lain
menceritakan betapa besar dosa mereka dan betapa malunya mereka akan
hidupnya. Tapi dalam doa, kita semua berdiri sama tinggi dan duduk
sama rendah, setiap orang memunyai hak untuk berhubungan dengan
Tuhan. Yang terpelajar maupun tak terpelajar, yang kaya dan yang
miskin, yang saleh maupun orang berdosa, semuanya datang memohon
pertolongan kepada Tuhan, dan bilamana mereka berdoa serta memohon
sesuatu kepada Tuhan, maka Ia akan menjawab. Seperti kata Tuhan
Yesus, "Karena setiap orang yang meminta, menerima, ...."

Saya juga terkesan dengan ketulusan mereka yang menulis kepada saya.
Dalam meremehkan doa, beberapa orang menganggap bahwa apa yang
dikatakan jawaban doa itu sebenarnya hanya merupakan kebetulan saja,
bahwa berdoa atau tidak sebenarnya sama saja. Akan tetapi, banyak
sekali orang yang percaya bahwa doalah yang membuat perbedaan itu.
Dan sungguh berat untuk berdebat dengan seseorang yang telah berdoa
dan telah mendapatkan jawaban atas doanya itu.

Dalam beberapa hal, jawaban datang berupa pemberitahuan Tuhan kepada
orang yang berdoa itu tentang segala sesuatu yang harus dilakukan.
Seorang penulis mengatakan, "Sebenarnya aku ingin berbuat sesuatu
untuk sekolah Chinzei Gakui di Nagasaki, Jepang. Banyak di antara
guru-guru dan murid yang telah mati akibat meledaknya bom atom. Tapi
aku tak memiliki uang. Aku telah berdoa kepada Allah agar ia
menunjukkan kepadaku apa yang harus aku lakukan. Beberapa hari
kemudian, aku membaca sebuah artikel di Wesley Christian Advocate.
Dalam artikel itu dikatakan bahwa sekolah itu memerlukan majalah
National Geographic. Ayahku berlangganan majalah itu dan aku
memiliki banyak terbitan lama. Aku sangat senang dapat memberikan
majalah-majalah tua itu kepada sekolah itu. Inilah jawaban doaku.
Kepala sekolahnya, yaitu Pendeta Taneo Chiba, kelihatan sangat
berterima kasih atas pengiriman majalah tersebut."

Seorang wanita berumur 82 tahun menceritakan bahwa setelah menjalani
pembedahan, ia diberitahu bahwa ia tidak akan dapat berjalan lagi.
Dia menulis, "Esok harinya aku berkata kepada perawat bahwa aku
ingin berdiri dan jika aku jatuh, saya yakin Tuhan akan memegangku.
Juru rawat itu berkata bahwa aku tidak boleh berbuat demikian, tapi
aku berkata kepadanya agar jangan menghalangiku, lalu aku berjalan
dan aku tetap berjalan selama 5 tahun ini. Puji Tuhan sumber segala
berkat." Hal ini mengingatkanku akan Tuhan Yesus yang berkata
kepada orang lumpuh, "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah"
(Yohanes 5:8). Sebenarnya banyak orang dapat berjalan dengan
berbagai cara, asalkan mereka memiliki cukup iman dan semangat
seperti wanita itu. Ia yakin bahwa doa dapat memberikan apa yang ia
butuhkan.

Dalam menanggapi doa-doa manusia, Tuhan sering bekerja melalui orang
lain. Seseorang menulis, "Seorang istri pendeta yang tinggal dekat
rumahku sering menolong seorang anak perempuan tetangganya. Orang
tua anak itu memang membutuhkan pakaian yang lebih baik. Aku
mengatakan kepada istri pendeta itu bahwa aku ingin mempersembahkan
sedikit uang untuk dibelikan sesuatu untuk anak itu. Istri pendeta
itu hampir menangis karena terharu. Ia berkata bahwa pagi itu,
sebelum berangkat ke gereja, ia telah berdoa agar ada orang yang mau
menolong membelikan pakaian anak itu. Beberapa wanita lain yang
mendengar percakapan itu juga ingin memberi dan kini anak perempuan
itu telah mendapatkan apa yang dibutuhkannya." Apakah kita mengira
bahwa Tuhan telah menggerakkan hati wanita-wanita itu sehingga
mereka memunyai keinginan untuk memberi pakaian kepada anak itu?
Wanita yang telah memberi dan istri pendeta yang telah mendoakannya
percaya bahwa hal itu adalah berkat doa. Ya, saya pun percaya.

Selama bertahun-tahun, saya membaca banyak tentang telepati mental,
pemindahan pikiran, dan lainnya. Di antara jawaban-jawaban doa,
banyak yang bisa digolongkan dalam kategori itu. Sebagai contoh,
pada saat-saat tertentu, saya memprihatinkan anak saya yang bertugas
dalam Perang Dunia II. Bila perasaan itu datang, saya segera
berlutut dan memohon kepada Allah kiranya Ia ingin dekat sekali
dengan anak saya. Pada suatu malam, saya menulis surat kepadanya dan
bertanya apakah ia pernah merasa sedih dan kecil hati, dan dia
menjawab bahwa ia memang merasa begitu, tapi kemudian ia merasa
hatinya menjadi ringan dan ada perasaan damai dalam hatinya. Lalu
saya tahu bahwa Allah telah menjawab doa saya.

Seorang ibu lain menulis sebagai berikut: "Salah seorang putraku
jatuh sakit beberapa waktu lamanya, ia tidak memberi kabar sedikit
pun tentang keadaannya kepadaku. Aku merasa amat bingung, akhirnya
aku tak dapat bertahan lebih lama lagi. Karena aku tak mengetahui
nomor teleponnya, aku bertelut di hadapan Tuhan dan mohon agar
anakku mau menulis surat kepadaku sehingga aku dapat mengetahui
keadaannya yang sebenarnya. Pada saat itulah telepon berdering.
Ternyata anakku yang sakit itu meneleponku, Ia berkata "Mama, malam
ini saya terus-menerus memikirkan engkau, maka saya meneleponmu."
Tuhan mendengar doaku dan menjawab. Apakah anak itu kebetulan saja
menelepon ibunya ataukah ada suatu kuasa yang lebih tinggi yang
mendorongnya?

Apakah Tuhan memimpin kita secara langsung dalam mengambil keputusan
tertentu? Seseorang menulis, "Aku sedang menghadapi sebuah
persoalan. Ada sesuatu yang tak ingin aku lakukan. Namun aku ingin
melakukan kehendak Tuhan. Aku lalu pergi ke ruang duduk dan bertelut
untuk mohon kepada Tuhan agar aku diberitahu dengan jelas apakah aku
harus melakukannya atau tidak. Kelihatannya aku tak mendapat
jawaban, maka aku berdiri dan meninggalkan ruangan. Pada saat aku
memegang knop pintu, jelas sekali aku mendengar suara yang berkata,
"Lakukanlah, lakukanlah!" Pada saat itu bebanku telah diangkat dan
melakukan perkara itu terasa mudah sekali karena aku tahu Tuhan
menghendaki aku berbuat demikian."

Tentang jawaban-jawaban doa ini, seseorang yang lain menulis, "Kita
ingat bagaimana cerita di dalam Alkitab tentang Nabi Elia dan Samuel
yang masih kecil, bagaimana Tuhan berbicara kepada anak itu dan
mengatakan apa yang harus ia lakukan. Nah, aku percaya bahwa jika
Tuhan telah berbicara kepada Samuel yang kecil itu, pasti Ia juga
akan berbicara kepadaku. Kami pergi ke Miami untuk tinggal di sana.
Seseorang menawarkan untuk memiliki sebuah flat bersama-sama.
Kelihatannya ini memang suatu kesempatan baik. Ibu, suami, serta
saudaraku berpendapat bahwa ini merupakan pembelian yang akan
menguntungkan dan mereka mendesakku supaya menyetujuinya. Aku
mengambil keputusan untuk berdoa, menanti suara Tuhan. Lalu kudengar
suara Tuhan yang meminta aku tidak membeli flat itu. Kemudian,
mereka yang telah membeli dan menanam uangnya di flat itu ternyata
kehilangan segalanya. Bagi beberapa orang, cerita ini mungkin tak
masuk akal. Namun aku sendiri mengenal banyak orang yang berhasil
dalam bidang bisnis, mereka tak pernah memutuskan sesuatu sebelum
mereka berdoa dan mencari bimbingan Tuhan."

Banyak di antara surat-surat yang aku terima berisi tentang jawaban
doa yang berhubungan dengan penyakit dan kesembuhan. Saya sungguh
percaya akan penyembuhan ilahi. Tiada 1 hari pun berlalu tanpa saya
mendoakan orang-orang yang sedang menderita sakit. Surat-surat yang
saya terima dan berisi tentang jawaban doa, bisa memenuhi satu buku
dan ini memperkuat iman saya sendiri.

Ada juga yang menulis, "Aku baru saja pulang dari rumah sakit
setelah mengalami serangan jantung yang parah 1 minggu yang lalu.
Setelah aku cukup sembuh dan boleh menerima kunjungan orang lain,
cucu perempuanku yang berumur 9 tahun datang mengunjungi aku bersama
orang tuanya. Waktu mereka pamit pulang, cucuku kembali mendekati
aku dan berkata, `Kek, tahukah engkau mengapa engkau sembuh
kembali?` Aku menjawabnya, `Tidak, mengapa?` Lalu cucuku menjawab,
`Karena aku telah berdoa dengan sungguh-sungguh agar engkau sembuh
kembali.` Percayakah Anda bahwa doa anak umur 9 tahun dapat
memengaruhi sesuatu? Aku percaya bahwa Allah telah mendengar doa
cucuku itu dan telah menjawabnya."

Yang lain lagi menulis tentang kekhawatirannya akan pembedahan yang
harus ia jalani. "Aku mohon kepada Allah agar Ia memimpin para ahli
bedah dan para pembantunya dan agar Tuhan mendampingi aku selama
pembedahan itu. Aku berdoa kiranya Tuhan mengambil alih seluruh
diriku dan, terlepas dari apa pun hasilnya, kiranya aku dapat merasa
puas karena aku tahu bahwa Ia lebih mengetahui apa yang paling baik
untukku. Aku telah menyerahkan seluruh persoalan, termasuk diriku,
kepada-Nya dan berkata, `Tuhan, di sinilah aku. Jika Engkau
menginginkan aku hidup maka aku akan hidup, jika Engkau menghendaki
aku mati, aku akan mati.` Maka pada saat itu juga kekhawatiranku
lenyap dan seluruh beban telah diambil dari padaku. Lalu segera aku
merasakan kehadiran-Nya. Aku tahu Ia ada di sampingku, Ia telah
menjawab doaku."

Memang ada kemungkinan bahwa perasaan damai dan ketenangan di dalam
hati dan pikiran seseorang dapat sangat memengaruhi hasil
pembedahan itu. Di dalam hal ini, Allah telah bekerja melalui para
dokter, tapi dokter itu juga memerlukan kerja sama dari si pasien.
Dan hal ini mungkin terjadi karena Tuhan telah menjawab doa itu.

Memang sungguh menakjubkan mempelajari jawaban-jawaban doa, terutama
dalam contoh berikut ini: "Anakku meninggal dunia karena mengalami
kecelakaan mobil dan meninggalkan seorang istri yang masih muda.
Hatinya hancur sehingga mentalnya hampir mengalami keruntuhan total.
Kami semua menghibur dan menolongnya sedapat-dapatnya, tapi
tampaknya tidak berhasil. Aku kemudian mulai berdoa kiranya Tuhan
mencarikan orang lain untuk menggantikan tempat anakku di dalam
hatinya. Tuhan telah menjawab doaku. Tuhan memang mengirim seorang
perjaka di dalam hidupnya, dan tak lama kemudian, kesedihannya
berubah menjadi sukacita. Mereka telah menikah dan kini sudah
dikaruniai seorang putra. Mereka sangat bahagia sehingga orang tua
menantuku maupun aku sendiri juga bahagia. Aku tahu bahwa Allah
telah mendengar doaku dan memungkinkan kedua anak muda itu untuk
saling bertemu. Aku telah mendengar bahwa pernikahan ditentukan di
surga. Bagaimanapun juga, kelihatannya memang demikian."

Yang lain menulis, "Aku ingin menceritakan kepada Anda tentang
jawaban Tuhan terhadap doaku selama 4 tahun ini. Aku memunyai anak
laki-laki yang masih kecil. Ketika ia berumur 1 tahun, kami
menginginkan anak lagi, agar anakku yang pertama memunyai kawan
bermain. Tidak lama setelah ulang tahun anakku yang pertama, kami
mendapat berita bahagia bahwa kami akan mendapat seorang anak lagi.
Anda dapat membayangkan betapa kami kecewa karena kandungan istriku
ternyata gugur. Ini merupakan kekecewaan yang pertama, kemudian kami
kehilangan 2 bayi lagi dalam 3 tahun berikutnya. Sepanjang masa itu,
aku tetap berdoa kiranya Tuhan memberikan seorang anak lagi kepada
kami. Setiap malam kami berdoa dengan segenap hati. Namun
lama-kelamaan, aku mulai bertanya kepada diri sendiri apakah aku ini
orang yang egois. Kami telah memiliki seorang anak, sedang banyak
orang lain tidak memunyai sama sekali. Lalu mulai berdoa, "Bukan
kehendakku, tapi kehendak-Mu yang jadi." Dan saat itu keputusasaanku
lenyap. Aku meminta agar Tuhan membimbing aku sesuai dengan
rencana-Nya. Mungkin kesediaanku untuk menerima sesuatu yang tidak
kuinginkan membuat doaku dijawab. Akhirnya, 2 minggu setelah hari
ulang tahun keempat anakku, kami dianugerahi seorang anak laki-laki
yang manis. Aku betul-betul percaya bahwa Allah telah menjawab
doaku, dan setiap malam aku bersyukur kepada-Nya atas semua berkat
itu.

Kadang Allah memang berkata, "Tunggu." Mungkin Ia harus menunggu
sampai kita siap untuk menerima anugerah dan berkat-Nya. Pengertian
saya tentang doa tak lebih banyak daripada pengertian saya tentang
listrik. Tapi saya mengerti bahwa manusia membangun pembangkit
tenaga listrik untuk membuat tenaga listrik dan kita menggunakan
tenaga itu untuk memenuhi bermacam-macam keperluan kita. Tuhan telah
menciptakan tenaga listrik ini dan saya percaya bahwa Allah yang
telah membuat tenaga untuk menerangi rumah-rumah kita, tidak lupa
menciptakan tenaga untuk menerangi hidup kita. Allah yang membuat
tenaga untuk menjalankan mesin-mesin, tidak lupa untuk menolong
anak-anak-Nya di sepanjang jalan hidupnya.

Doa ialah alat yang kita gunakan untuk mendapatkan kekuatan Allah.
Tuhan, ajarilah kami berdoa!

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Segala Sesuatu Mungkin Melalui Doa
Penulis: Charles L. Allen
Penrbit: Yayasan Gloria, Yogyakarta 1988
Share on facebook
Minggu
5 September 2010
Artikel Terbaru Artikel Terbaru
Ditulis oleh. Vinsensia T
Tanggal. 09 Mar 2010 17:50:40
Ditulis oleh. i_sumarya
Tanggal. 05 Feb 2010 16:34:02
Ditulis oleh. i_sumarya
Tanggal. 03 Feb 2010 14:14:09
Ditulis oleh. i_sumarya
Tanggal. 23 Jan 2010 08:22:51
Kesaksian Terbaru Kesaksian Terbaru
Ditulis oleh. v@l3n_t1n@
Tanggal. 14 Dec 2009 11:12:03
Ditulis oleh. v@l3n_t1n@
Tanggal. 14 Dec 2009 11:01:13
Ditulis oleh. Vinsensia
Tanggal. 25 Aug 2009 15:51:31
Ditulis oleh. Dewi
Tanggal. 12 Mar 2009 13:06:04
Pokok Doa Pokok Doa Bulan ini
Pokok doa belum ada.
Untuk menghubungi tim PDKK Emmanuel, silahkan klik di sini.